Upgrade Exchange 2007 ke SP2

Sebelumnya saya pernah menulis sedikit informasi tentang Exchange 2007 SP2 (Exchange 2007 Service Pack 2). Nah, sekarang saya akan post capture tentang proses upgrade ke Exchange 2007 SP2. Skenarionya yang di dukung dalam proses in place upgrade ini adalah:

– Fresh Install Exchange 2007 SP2

– Upgrade langsung dari Exchange 2007 (non SP1) ke Exchange 2007 SP2

– Upgrade langsung dari Exchange 2007 SP1 ke Exchange 2007 SP2

Kebetulan server yang saya pakai untuk eksperimen sudah ada Exchange 2007 SP1, namun kondisi lainnya saya tidak tahu. Dalam hal ini, kondisi lain itu adalah pra syarat supaya Exchange 2007 bisa diupgrade ke SP2 dengan lancar. Jadi, sebelum melakukan upgrade, saya harus cek terlebih dahulu pra syaratnya.

Seperti yang kita tahu, setiap upgrade Exchange, maka ada perubahan yang dilakukan terhadap schema dari Active Directory. Maka dari itu, pastikan bahwa kondisi Active Directory anda tidak sedang bermasalah karena Exchange akan melakukan extend schema ke Active Directory, apalagi di Exchange 2007 SP2 akan disertakan schema Exchange 2010 sebagai persiapan jika anda ingin melakukan migrasi ke Exchange 2010.

Hal berikut yang harus diperhatikan adalah, pastikan uninstall semua interim updates yang ada. Interim updates adalah update atau patch yang sifatnya khusus (tidak dirilis ke publik) dan dibuat hanya untuk beberapa case khusus. Nah, dari 2 pra syarat utama, ternyata server yang akan saya coba upgrade memenuhi 2 kondisi tersebut. Jadi, langkah berikutnya saya menjalankan proses upgrade ini (file Exchange 2007 SP2 telah saya unduh sebelumnya). Setelah dijalankan, kita akan dihadapkan pada wizard layaknya kita ingin menginstall Exchange 2007 ataupun ketika ingin melakukan in place upgrade dari Exchange 2007 ke Exchange 2007 SP1:

Setelah itu, Exchange setup wizard akan melakukan pre-requisites check. Sama seperti wizard sebelumnya, Exchange akan menghentikan proses jika ada syarat yang belum terpenuhi:

Dan kita baru bisa melanjutkan proses upgrade setelah semua syarat terpenuhi:

Setelah selesai, saya lakukan test terhadap operasional Exchange 2007 pada umumnya dan juga integrasi dengan beberapa aplikasi 3rd party yang digunakan. Semua berjalan lancar.

Salam,

Raymond Engelbert

Exchange 2010 Unified Messaging

Unified Messaging menjadi sebuah fitur yang benar-benar baru ketika Exchange 2007 rilis pertama kalinya, dimana pada saat itu mayoritas pengguna Exchange 2003 belum banyak menggunakan fitur integrated voice mail yang ada pada layanan pihak ketiga.

Pada awal gebrakannya, fitur Unified Messaging benar-benar menunjukkan bahwa voice email yang terintegrasi bisa menjadi satu alternatif dalam mendukung konsep Anywhere Access selain menggunakan web, aplikasi ataupun mobile device. Mungkin tidak pernah terbayangkan jika kita menggunakan telepon umum untuk mengecek email kita. Aneh, tapi bisa dilakukan. Fitur tersebut dinamakan Outlook Voice Access yang disediakan oleh role Unified Messaging, dimana kita bisa melakukan aktivitas email melalui suara/voice (kirim, terima, hapus, hingga memanggil suatu kontak).

Lantas, jika sudah canggih, apalagi yang mau dikembangkan (terkait akan dirilisnya Exchange 2010)? Ini yang akan saya coba highlight.

Secara arsitektur, tidak ada perubahan yang berarti:

Protokol yang digunakan pun tetap sama yaitu SIP/RTP untuk komunikasi ke PBX, LDAP untuk lookup ke Active Directory dan MAPI/RPC untuk lookup ke mailbox.

Perubahan paling drastis adalah ditiadakannya fitur Inbound Fax. Mengapa? Pertama, memang karena dari hasil survey terhadap penggunaan fitur ini, tidak banyak digunakan. Kedua, fitur ini diserahkan penuh kepada pihak ketiga supaya bisa dikembangkan lebih lanjut.

Tambahan fitur lainnya adalah, dukungan Role Based Access Control (RBAC), dimana kita bisa mendelegasikan setting personal auto attendant ke user. Kemudian, Exchange 2010 UM juga sudah mendukung Message Waiting Indicator (MWI):

Ada juga tambahan beberapa bahasa untuk Speech Recognition (sayangnya bahasa Indonesia belum termasuk disini). Satu yang menarik perihal penambahan bahasa untuk Speech Recognition terutama untuk bahasa Inggris. Bila sebelumnya hanya ada bahasa Inggris-Amerika, maka di Exchange 2010 UM, ada kategori Inggris-UK, Inggris-Australia, Inggris-Kanada dan Inggris-India. Hal ini menguntungkan karena aksen serta struktur bahasa Inggris belum tentu semua mengacu ke British.

Codec yang didukung pada Exchange 2010 UM bukan lagi berupa .wma file namun sudah lebih umum yaitu .mp3 file. Perubahan codec ini dimaksudkan supaya user yang menggunakan non-Windows serta non-Windows Mobile device tetap bisa mengakses Voice Email nya.

Terakhir, terhadap Voice Email itu sendiri. Ada 2 hal yang baru disini yaitu Voice Email Preview dan Protected Voice Email. Voice Email Preview adalah fitur speech to text yang hasilnya adalah berupa penerjemahan dari suara ke teks dan akan ditampilkan ke Text Preview dari inbox. Syarat dari fitur ini tentunya adalah speech harus sesuai dengan language pack yang digunakan.

Sementara Protected Voice Email adalah melakukan enkripsi terhadap Voice Email itu sendiri yang menggunakan layanan fitur dari Rights Management Services. Jadi jika selama ini kita menggunakan RMS untuk melakukan enkripsi terhadap email dan dokumen, maka sekarang Voice Email pun bisa menggunakan proteksi RMS. Tentunya fitur ini didukung dengan syarat minimal menggunakan RMS dari Windows Server 2008.

Salam,

Raymond Engelbert

Exchange 2007 Service Pack 2

Akhir agustus kemarin, Service Pack 2 untuk Exchange Server 2007 telah dirilis.SP2 tersebut bisa diunduh di:

http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=4c4bd2a3-5e50-42b0-8bbb-2cc9afe3216a&displaylang=en

Service Pack merupakan kumpulan dari beberapa patch sebelumnya yang pernah dirilis (termasuk RollUp), namun khusus untuk Exchange Server 2007, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan instalasi untuk SP2 ini.

Pertama adalah Extend Schema dan Prepare Active Directory. Minimal Operating System adalah Windows Server 2003 SP2, Windows Server 2008 atau Windows Server 2008 SP2 (sesuai system requirements untuk Exchange 2007 semenjak SP1). Khusus untuk Operating System Windows Server 2003 SP2 dan Windows Server 2008, sebelumnya harus menginstall terlebih dahulu Windows Installer 4.5, yang bisa diunduh dari:

http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?displaylang=en&FamilyID=5a58b56f-60b6-4412-95b9-54d056d6f9f4

Kedua, yang wajib dilakukan adalah Uninstall terlebih dahulu Interim Updates. Interim Updates adalah patch ataupun hotfix yang sifatnya khusus, dalam artian hotfix tersebut dibuat untuk beberapa kasus tertentu yang sifatnya tidak umum. Mengapa hal ini harus dilakukan? Karena sifat dari Exchange 2007 SP2 yang umum, maka Interim Updates yang sifatnya tidak umum harus dibuang terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya crash ketika melakukan update.

Ketiga, jika anda mempunyai rencana untuk melakukan migrasi ke Exchange Server 2010, maka Exchange 2007 SP2 wajib untuk diinstall. Hal ini merupakan pra syarat sebelum melakukan migrasi dari Exchange 2007 SP2 ke Exchange Server 2010. Namun sekali lagi, lakukan update Exchange 2007 SP2 dengan benar.

Terakhir, beberapa referensi yang bisa dijadikan acuan sebelum melakukan update Exchange 2007 SP2:

http://msexchangeteam.com/archive/2009/08/28/452209.aspx

http://msexchangeteam.com/archive/2009/05/11/451281.aspx

Salam,

Raymond Engelbert