Tunggu info selanjutnya.
Desain cover oleh Aris Lesmana (http://arhiez.net).
Salam,
Raymond Engelbert
Tunggu info selanjutnya.
Desain cover oleh Aris Lesmana (http://arhiez.net).
Salam,
Raymond Engelbert
Saat menulis topik ini, saya sedang berada langsung di acara HP Media Event yang membahas tentang inovasi bisnis Cloud Computing dengan HP Converged Infrastructure yang berlangsung di Marina Bay Sands. Acara ini bertajuk “Winning the race to the cloud with HP converged Infrastructure”.
Acara dihadiri oleh sebagian besar media dari kawasan Asia Pasifik dan beberapa blogger dari regional Asia, Australia, Jepang dan New Zealand. Dari Indonesia, selain saya, 2 orang blogger kondang di bidang teknologi yaitu M Reza Faisal dan Wely juga menghadiri event ini.
Ringkasan acara ini juga bisa dilihat di Twitter dengan menggunakan Hashtag #HPAPJ.
Acara dimulai dengan presentasi dari Wolfgang Wittmer, Interim Senior Vice President & General Manager Enterprise Servers, Storage & Networking dari HP Asia Pacific & Japan. Wolfgang bercerita tentang pertumbuhan permintaan dari bisnis Cloud Computing yang diakibatkan dari 3 hal yaitu:
– Faktor Ekonomi
– Faktor Kondisi Sosial
– Faktor Perubahan Teknologi
Kemudian, presentasi dilanjutkan oleh Steve Dietch, Vice President, Marketing, Cloud Solutions & Infrastructure, HP yang berbicara mengenai strategi HP dalam menjawab inovasi Cloud yang lengkap. Cloud menurutnya adalah semua tentang layanan dan bagaimana layanan ini bisa ditransformasikan sehingga membangun suatu infrastruktur yang disebut HP Converged Infrastructure, yang mencakup Server, Storage, Network, Power & Cooling & Management Software.
EJ Bodnar, WW Marketing Director dari Technology Consulting Services, HP memaparkan tentang pertumbuhan data center di region APJ (Asia Pacific Japan), yang mana menurutnya pada 2012, China akan menjadi market terbesar kedua di dunia untuk data center. Oleh karena itulah, dibutuhkan pendekatan yang berbeda dalam menyikapi hal ini. Terdapat 3 hal yang bisa mendukung transformasi tersebut yaitu Strategy, Operations dan Continuity.
Steve Dietch, pada sesi selanjutnya, memaparkan tentang HP CloudSystem dan bagaimana HP Financial Services membuat penyederhanaan baru mengenai Financing untuk Cloud. Hal ini tentunya untuk mendukung makin berkembangnya bisnis Cloud, terutama untuk yang baru mulai masuk ke dalam bisnis Cloud.
Tom Joyce, Vice President of Storage Marketing, Strategy & Operations, HP, pada kesempatan selanjutnya menjelaskan mengenai solusi dari HP 3PAR Utility Storage yang didesain khusus untuk Virtualisasi, Cloud dan IT sebagai service. HP 3PAR ini juga mendukung Multi-Tenant, serta efisien dan otonomik. Dan ternyata, salah satu produk 3PAR yaitu HP P10000 3PAR Storage System memecahkan rekor performa storage untuk cloud dengan 450,212 SPC-1 IOPS. Oleh karena mayoritas cloud dimulai dengan pondasi Virtualisasi, maka bagi HP adalah prioritas utama untuk mengurangi kompleksitas yang mana diharapkan dapat meningkatkan standarisasi, menambah ketersediaan dan mempercepat waktu untuk masuk ke fase production.
Salah satu ekspansi HP dalam portfolio virtualisasi adalah HP VirtualSystem for Microsoft berbasiskan Microsoft Windows Server 2008 R2 dengan Hyper-V dan Microsoft System Center. Selain itu juga dikembangkan HP VirtualSystem for Superdome-2/HP-UX. HP VirtualSystem for Microsoft akan didukung HP Insight Control sebagai All-inclusive management. Sementara, HP integrity with HP-UX memantapkan diri bahwa downtime bukanlah suatu opsi.
Ed Anderson, Marketing Director Server and Tools Division dari Microsoft menambahkan bahwa Microsoft Exchange, SQL Server dan Microsoft Sharepoint juga termasuk dalam solusi virtualisasi yang lebih baik.
Sesi terakhir diisi dengan Customer Panel Discussion yang menampilkan cerita seputar bisnis Cloud yang sudah berjalan dengan baik dari:
– Hostworks (diwakili oleh Adrian Britton, General Manager of Technology, Strategy & Innovation)
– SingTel (diwakili oleh Alvin Kok, Head Infocomm Services)
– Cloudsite (diwakili oleh John Drossos, CEO)
– Monash University Sunway campus (diwakili oleh Edmund Turner, Director ITC)
Sesi setelah makan siang, diisi oleh Michael Barnes, VP & Research Director, Forrester berbicara mengenai tren dan peluang dalam IT di Asia Pasifik serta Mohan Krishnan, VP & General Manager HP Technology Consulting Services, APJ region yang membahas mengenai proses membangun data center pada era Cloud.
Steve Dietch, pada sesi ketiganya berbicara mengenai concern mengenai resiko yang ada pada bisnis cloud dalam relasinya dengan transformasi bisnis dan transformasi IT serta apa yang seharusnya diberikan oleh layanan cloud. HP CloudSystem merupakan salah satu jawaban dari concern yang ada, dimana solusi ini dibangun dalam Converged Infrastructure dan Cloud Service Automation yang sudah terbukti untuk Private Cloud, Infrastructure as a Service (IaaS), Hybrid, Public Cloud, Hosted Private serta X as a Service (XaaS).
Tom Joyce, Vice President of Storage Marketing, Strategy & Operations, HP, pada sesi keduanya, membahas lebih jauh mengenai HP VirtualSystem for Microsoft dan HP VirtualSystem for Superdome 2/HP-UX.
Sekian sedikit informasi dari event ini.
Salam,
Raymond Engelbert
Pertama kali mencoba Windows 8 Developer Preview ini, saya sempat bingung dimanakah tombol Shut Down berada? Hal ini karena saya mencoba di lingkungan virtualisasi, sehingga tidak mungkin saya stand by kemudian matikan paksa. Kemudian, saya sempat beranggapan bahwa karena akan dioptimalisasikan untuk Tablet PC, maka tombol Shut Down dihilangkan?
Ternyata tidak, untuk melakukan Shut Down pada Windows 8 Developer Preview melalui Desktop, pilih Settings.
Kemudian, lihat pada panel sebelah kanan, ada tombol Power.
Klik tombol Power, lalu pilih Shut Down. Dan Windows 8 Developer Preview anda akan melakukan proses Shut Down.
Salam,
Raymond Engelbert
Sesuai dengan yang telah diumumkan sebelumnya, bahwa di Surabaya diadakan workshop singkat yang membahas mengenai High Availability pada Exchange 2010 dengan fokus pada Database Availability Group (http://ucxrays.wordpress.com/2011/09/14/exchange-2010-high-availability-workshop-surabaya-17-september-2011/). Workshop ini terselenggara atas kerjasama beberapa pihak yaitu MUGI Surabaya, Pengurus PPIC Kapas Krampung Plaza, Rainer Server dan saya sendiri dari komunitas Windows Server System Indonesia yang membawakan materi pada workshop kali ini.
Dengan persiapan yang cukup mendadak, panitia berhasil membuat workshop ini terselenggara sehingga bisa diharapkan bahwa workshop ini tidak hanya berhenti sampai disini namun bisa diadakan kembali di lain waktu dan dengan topik yang makin beragam pula. Berikut adalah laporan singkat mengenai event tersebut.
Diselenggarakan pada tanggal 17 September 2011 di PPIC Kapas Krampung Plaza, acara dimulai agak telat (mohon maaf atas sedikit kesalahan yang membuat waktu acara dimulai menjadi tertunda). Setelah semua peralatan pendukung sudah siap pada tempatnya, workshop pun dimulai dengan sedikit pembukaan dari rekan-rekan MUGI Surabaya dan langsung dilanjutkan dengan presentasi saya sedikit mengenai Exchange 2010, metode high availability pada Exchange 2010 dan tentunya beberapa alasan mengapa kita membutuhkan High Availability.
Selanjutnya, langsung dimulai dengan workshop (skenario demo), dimulai dengan instalasi Exchange 2010 terlebih dahulu. Instalasi ini dibagi dalam 2 tahap untuk menunjukkan perbedaan antara instalasi melalui Command Prompt dan melalui GUI.
Setelah selesai yang mana sempat terhambat oleh sedikit masalah pada saat instalasi yang akhirnya membuat saya menggunakan environment backup yang sebelumnya sudah saya siapkan, materi berikutnya adalah tentang bagaimana melakukan konfigurasi singkat Database Availability Group. Dan setelah itu dilanjutkan dengan demo hasil dari High Availability untuk membuktikan skenario yang telah direncanakan sebelumnya.
Workshop ini dihadiri sekitar 25 orang. Yang membuat saya semangat adalah beberapa peserta ternyata datang dari luar Surabaya. Saya sangat salut dengan semangat semua rekan-rekan di seputaran Jawa Timur dan berharap akan bertemu lagi di kesempatan workshop berikutnya.
Tak lupa juga untuk membuat acara ini meriah, ada doorprize yang mana peserta akan diminta untuk melakukan sesuatu sebelum mendapatkan hadiah. Doorprize ini dipandu oleh rekan Ditya dan rekan Petrus.
Terakhir, kita juga sempat sharing mengenai komunitas itu sendiri dimana misi dari setiap penggiat komunitas itu adalah sama yaitu berbagi ilmu tanpa pamrih. Satu alasan yang sempat saya sebutkan adalah bahwa kita sebagai manusia pastinya masih membutuhkan bantuan orang lain, sehingga berbagi ilmu hendaknya dilakukan dengan ikhlas.
Sekali lagi, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada pengurus PPIC Kapas Krampung Plaza yang menyediakan tempat yang nyaman untuk acara ini, rekan-rekan MUGI Surabaya (Cak Ditya, Cak Petrus, Cak Andik) yang membantu kelancaran acara ini, pihak Rainer yang menyediakan server dengan performa yang baik sehingga bisa terlihat bahwa Exchange bisa terinstall di server Rainer tersebut dan tak lupa kepada peserta karena tanpa peserta acara ini tak mungkin bisa berjalan. Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran acara tersebut dan berharap akan ada acara-acara lainnya di kemudian hari. Lebih kurangnya dari acara ini semoga bisa kami perbaiki di acara berikutnya.
Salam,
Raymond Engelbert
Microsoft memperkenalkan Microsoft Virtual Academy (MVA) yaitu portal untuk belajar serta menguasai teknologi Cloud dari Microsoft. Portal ini dibuat layaknya universitas virtual dimana kita bisa belajar mengenai banyak teknologi Microsoft yang mendukung untuk Cloud Computing. Selain belajar, kita juga bisa melakukan self-assessment test untuk mengetahui sejauh mana kita sudah menguasai tentang teknologi tersebut. Dan yang lebih menarik, setiap test akan mengeluarkan nilai yang bisa kita kumpulkan sebagai tracking sudah sampai dimana pemahaman kita yang oleh MVA dibagi menjadi beberapa kategori untuk didapatkan yaitu Bronze, Silver, Gold.
Hal menarik berikutnya adalah, untuk dapat belajar di portal ini sama sekali tidak diperlukan biaya alias gratis. Selain itu, portal ini juga berjalan diatas salah satu teknologi Cloud Microsoft yaitu Microsoft Azure, yang mana membuktikan bahwa teknologi Cloud benar-benar bisa diimplementasikan dan melengkapi operasional infrastruktur TI kita.
Di jaman teknologi yang terus berkembang pesat, portal belajar gratis seperti ini bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan kita yang mana nantinya kita sendiri yang akan merasakan kegunaannya.
Saya akan coba review mengenai MVA ini.
Pertama-tama, yang harus dilakukan adalah registrasi. Untuk menuju website dan melakukan registrasi, silahkan klik tautan berikut ini:
http://www.microsoftvirtualacademy.com/home.aspx?ocid=soc-n-id-jtc-dpu-mvp-raye
Anda akan berhadapan dengan halaman ini:
Lakukan Sign-Up jika anda belum punya Windows Live ID, dan lakukan Sign-In jika anda sudah mempunyai Windows Live ID. Setelah itu anda akan diminta untuk mengisi data diri berupa nama serta alamat email. Kemudian cek inbox alamat email anda untuk melakukan konfirmasi dan aktivasi akun anda di MVA:
Selanjutnya, anda bisa memulai belajar tentang Cloud di MVA:
Yang perlu anda lakukan pertama kali adalah enroll pada track dan topik yang ingin anda pelajari.
Salah satu keunggulan portal belajar ini adalah, apa yang ingin anda pelajari dibuat secara terstruktur. Ada prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu, dengan tujuan anda bisa menguasai materi secara bertahap. Jika anda mengabaikan prasyarat ini, akan muncul notifikasi seperti ini:
Untuk mengetahui prasyarat suatu materi, lihat pada bagian pre-requisites:
Jadi, kita tidak bisa melongkapi pembahasan tanpa belajar prasyaratnya terlebih dahulu.
Pastikan pop-up browser anda tidak terblokir untuk website MVA ini, dan kita bisa mulai untuk belajar:
Jika anda sudah yakin dengan yang anda pelajari, anda bisa melakukan self assessment test untuk mendapatkan poin tambahan dan menguji sudah sejauh mana pemahaman anda terhadap materi yang dipelajari:
Dan ketika anda kembali ke Dashboard, nilai anda sudah tercatat:
Sebagai motivasi tambahan, anda bisa mengejar rangking anda berdasarkan negara ataupun secara global, dimana Top 3 akan tercatat di website MVA:
Jika anda masih bingung mengenai MVA ini, anda bisa masuk ke bagian FAQ (Frequently Asked Questions). Disini selain anda bisa melihat pertanyaan umum beserta jawabannya, anda juga bisa memanfaatkan chatbot “Ask Sarah”:
Akhir kata, selamat belajar dan semoga sukses.
Salam,
Raymond Engelbert
Kadangkala, bahasa bisa menjadi pembatas kita dalam berkomunikasi, begitu pula dalam dunia teknologi informasi. Meskipun sifatnya global, teknologi informasi tetap tidak bisa dilepaskan begitu saja hanya menggunakan bahasa universal yaitu bahasa Inggris. Konten dalam bahasa lokal atau setempat pun masih banyak diharapkan guna bisa lebih memahami teknologi secara keseluruhan.
Atas dasar itu, banyak konten mengenai Teknologi Informasi yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar untuk membantu banyak orang yang ingin mengikuti perkembangan teknologi.
Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, salah satu komunitas yang berkembang pesat terus saling update informasi untuk rekan-rekan di dalamnya, seperti:
– Windows Server System Indonesia (http://wss-id.org)
– Microsoft User Group Indonesia (http://mugi.or.id)
– dan masih banyak lagi komunitas yang tetap berkembang pesat.
Microsoft sebagai salah satu raksasa Software di industri teknologi informasi, tak mau ketinggalan untuk membagi peran dalam pengembangan konten dalam bahasa lokal. Jika selama ini kita mengetahui forum ataupun tautan tentang knowledge base hanya menggunakan bahasa Inggris, maka sekarang tidak perlu berkecil hati karena Microsoft telah membuat forum serta knowledge base support dalam bahasa Indonesia.
Untuk aktivitas di forum, ada dua forum besar di Microsoft yang sudah resmi juga menggunakan bahasa Indonesia:
– MSDN yang biasa diikuti oleh para IT Developer: http://social.msdn.microsoft.com/Forums/id-ID/categories
– Technet yang biasa diikuti oleh para IT Pro: http://social.technet.microsoft.com/Forums/id-ID/categories
Di forum tersebut, kita bisa bertanya suatu hal (tentang teknologi pastinya), membantu memberikan jawaban atas pertanyaan orang lain dan juga bisa saling bertukar informasi dengan para penggiat TI lainnya.
Selain forum, Microsoft juga mulai menerjemahkan beberapa konten knowledge base support supaya bisa menjangkau pembaca yang ingin mendapatkan support dalam bahasa lokal. Dalam hal ini, Microsoft menggandeng beberapa MVP di Indonesia untuk membantu menerjemahkan knowledge based support ini. Saya pun turut ambil bagian sebagai volunteer dalam membantu menerjemahkan konten ke dalam bahasa Indonesia. Berikut ini contoh knowledge based support yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:
http://support.microsoft.com/kb/913843/id-id
http://support.microsoft.com/kb/971606/id-id
Ke depannya masih akan ada banyak konten knowledge based support yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia baik oleh saya maupun rekan-rekan MVP lainnya.
Harapan saya, semoga sumber informasi dalam bahasa Indonesia ini bisa menjadi berguna untuk kita semua dalam mengikuti tren perkembangan teknologi informasi.
Salam,
Raymond Engelbert
Dunia Teknologi Informasi merupakan dunia yang dinamis dan cepat sekali berkembang. Jika kita fokus dan mengikuti perkembangannya, maka kita selalu sering dihadapkan dengan hal-hal baru (tentunya dengan tidak melupakan hal-hal lama yang menjadi pondasi kita dalam mengikuti perkembangan TI saat ini).
Di tahun baru ini (2011), segudang informasi mengenai perkembangan teknologi sudah mulai tercium sejak tahun sebelumnya. Hal tersebut selalu membuat setiap orang menantikan pada saat realisasinya.
Spesifik pada area infrastruktur teknologi informasi, Indonesia mulai memasuki era yang dikenal Cloud Computing. Walaupun sebenarnya bukan barang baru, namun Cloud Computing akan menjadi trend untuk perusahaan yang ingin memperhitungkan biaya IT sebagai biaya operasional. Tentunya ini menguntungkan bagi kedual belah pihak, dimana sebagai penyedia jasa diuntungkan adanya inovasi baru yang bisa dijual menjadi solusi bagi perusahaan dan bagi pengguna yang tidak perlu pusing memikirkan kerumitan infrastruktur yang ingin dipakai untuk menjadi salah satu penggerak roda bisnisnya.
Pertanyaan yang selalu dilontarkan adalah, apakah aman menggunakan Cloud Computing? Lalu apakah lapangan pekerjaan IT akan berkurang jika sudah ada Cloud Computing? Dan masih banyak mitos-mitos lainnya. Rekan saya Narenda Wicaksono, pernah menulis tentang mitos ini, bisa anda baca di blog beliau: http://blog.narenda.com/2010/11/berbagai-mitos-it-pro-seputar-cloud-computing/.
Selain mengenai Cloud Computing, perkembangan di area teknologi Messaging & Communication (bidang yang banyak saya geluti) juga akan makin berkembang. Hal ini juga didukung oleh mulai maraknya inovasi di bidang smartphone dengan berbagai platform yang akan membantu end user bisa selalu tersinkronisasi dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari tanpa harus selalu ada di kantor.
Terakhir, apa yang sudah saya capai sebelumnya yaitu penghargaan Microsoft Most Valuable Professional di bidang Exchange Server pada tahun 2008, 2009 dan 2010 kini diteruskan pada tahun 2011 ini. Ini adalah penghargaan yang keempat kali saya terima berturut-turut sejak 2008. Tentunya bukan kepuasan yang saya harapkan dari diri saya, tetapi semoga penghargaan ini menjadi pemicu untuk saya bisa lebih baik lagi membagikan apa yang sudah saya dapatkan ke komunitas. Penghargaan ini juga tidak akan tercapai tanpa dukungan dari semua elemen di komunitas. Akhir kata, saya sangat berterima kasih untuk rekan-rekan di komunitas yang selalu eksis dalam berbagi informasi di dunia teknologi informasi. Semoga hal tersebut juga menjadi pendorong untuk rekan-rekan supaya bisa mendapatkan penghargaan MVP juga.
Salam,
Raymond Engelbert
Pada 5 Juni lalu, saya berkesempatan hadir di acara Visual Studio 2010 + Seminar Technology Update yang diselenggarakan di Medan dan dilaksanakan oleh tim dari MUGI Medan. Saya mendapat 2 slot presentasi yaitu Windows 7 dan Office 2010.
Bertempat di Uniland Plaza, antusiasme peserta sangat bagus. Ya, 853 peserta memenuhi ruangan dan saya pun senang bisa hadir di tengah-tengah rekan Medan yang sangat antusias. Selain saya, rekan Ronald Rajagukguk dan rekan Arfan Arlanda juga berkesempatan membawakan materi di acara ini.
Rekan Ronald membawakan materi mengenai Visual Studio 2010, Silverlight 4 dan Robotic Studio.
Rekan Arfan membawakan materi Unified Communications, PHP On Windows Server dan Windows Server 2008 R2.
Saya sendiri membawakan Windows 7 dan Office 2010.
Selain itu, rekan Simon Pakpahan dari MUGI Medan juga membawakan pengenalan MUGI.
Acara sukses hingga penutupan, selain meriah karena topik yang dibawakan, tentunya door prize dari beberapa sponsor juga menambah meriah acara ini.
Para panitia dan pembicara menyempatkan diri berfoto bersama.
Keesokan hari nya, sebelum bertolak kembali ke Jakarta, kami menyempatkan diri belanja oleh-oleh dan keliling kota Medan. Terakhir, terima kasih sebesar-besarnya pada rekan-rekan MUGI Medan, panitia dan sponsor yang telah bersusah payah memastikan acara ini berjalan lancar. Lebih kurangnya hendaknya bisa menjadi masukan untuk kelancaran event-event seperti ini di kemudian hari.
Foto rekan-rekan yang menemani pembicara ketika belanja oleh-oleh hehe…
Dan rekan Ronald yang sempat narsis sebelum naik ke pesawat…
Salam,
Raymond Engelbert
Jika kita membicarakan mengenai produktivitas seseorang, seringkali ada pengkotak-kotakan terhadap pangkat dan batasan tertentu. Misalkan, seseorang dengan jabatan cleaning service akan dianggap oleh orang lain cukup tugasnya hanya bersih-bersih saja. Benar begitu?
Mari kita simak satu kisah nyata berikut (saya tidak mengarang cerita ini, karena memang ini kejadian nyata).
Tentunya kita semua mengetahui, sebuah jabatan yang bernama supir atau bahasa kerennya adalah driver. Tentunya buat sebagian orang, jabatan seperti itu dianggap hanya bertugas mengantar seseorang ataupun mengantar barang. Sekali lagi saya tanya, yakinkah hanya itu saja?
Ya, secara kasat mata memang seperti itu. Namun apa yang terjadi di kantor tempat saya bekerja sungguh membuat kami yang berada di divisi IT Infrasturcture terheran-heran dan terkagum-kagum. Ya, kami sempat tak terpikirkan, bahwa solusi yang selama ini kami bangun dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas masing-masing personel yang dalam aktivitas kesehariannya harus ditunjang dengan solusi IT yang terintegrasi, ternyata bisa berguna untuk seorang driver perusahaan.
Apakah karena driver tersebut bisa menggunakan facebook? Apakah karena driver tersebut bisa menggunakan Yahoo Messenger ataupun menjelajahi internet? Tidak….Kalau kita bicara soal jejaring sosial, hal itu buat saya sudah sangat umum sekali, bahkan bermodalkan ke warnet pun semua orang bisa menikmatinya.
Saya berbicara dalam ruang lingkup solusi Unified Communications yang kami punya dan kami gunakan sehari-hari. Menggunakan Exchange 2010 dan OCS 2007 R2 yang saling terintegrasi, membuat kami bisa mengakses, berhubungan, mengatur jadwal dari mana saja dan kapan saja. Anywhere Access adalah kunci agar produktivitas kami terjaga dan agar kami bisa terupdate satu sama lain tanpa perlu tertunda. Hal ini, sekali lagi, tidak ada batasan secara pangkat dan jabatan pada perusahaan kami.
Sebut saja namanya Untung (karena sehari-hari kami memanggil dengan nama itu), berawal dari niat ingin belajar tentang IT, beliau selalu bercerita bahwa dirinya sangat ingin tahu beberapa hal kecil mengenai teknologi informasi. Bermodal nekat ambil kredit laptop second hand, tujuan pertama beliau adalah untuk bisa belajar instalasi sistem operasi dan penggunaan Microsoft Office. Alhasil dari situ, saat ini untuk instalasi sistem operasi dan Microsoft Office untuk desktop maupun laptop beberapa karyawan bisa di delegasikan ke beliau. Cukup sampai disitu? ternyata tidak. Beliau juga mempunyai account email di Exchange 2010 dan OCS 2007 R2. Pertanyaannya, untuk apa? ternyata ini yang tidak kita bayangkan. Fitur calendar pada Exchange lah yang menjadi prioritas penggunaan untuk pengaturan jadwal antar (yang di share ke semua karyawan sehingga meminimalisir bentrok jadwal antar). Lihat calendar beliau:
Begitu juga dengan OCS, kami jadi mudah menghubungi beliau:
Yang lebih ekstrim, beliau pernah melakukan instalasi Windows Server 2008 R2 dibawah supervisi rekan-rekan tim. Suatu hal yang membuat kami kagum. Jadi, saat ini jika beban kerja beliau dan kami sedang tidak banyak, beliau sering mencoba-coba suatu hal yang baru di dunia teknologi informasi, tentunya dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada kami.
Akhir kata, mungkin ada kisah yang lebih ekstrim lagi dari kisah ini, namun semoga kisah nyata ini bisa menjadi renungan untuk kita semua, bahwa teknologi diciptakan memang untuk membantu kita tanpa melihat pangkat dan jabatan.
Salam,
Raymond Engelbert