Mobile Device baru untuk di explore

Lumayan, ada dua mobile device yang bisa di explore lebih jauh, dan menariknya bisa di capture:

1. Windows Mobile 6.1 Standard Edition (Samsung c6625)

2. Blackberry Javelin

Ya, persaingan mobile device saat ini memang sangat ketat, dimana dua perangkat diatas sejauh ini saling bersaing ketat untuk memanjakan para penggunanya baik dari kalangan pebisnis sampai ke kalangan pelajar. Belum lagi perangkat lain seperti iPhone, Nokia, Sony Ericsson, LG, Android, dll. yang tentunya tidak kalah dengan dua perangkat yang saya capture diatas.

Mobile device saat ini bukan lagi hanya untuk melakukan panggilan ataupun SMS (Short Message Service), namun juga digunakan untuk layanan data seperti Instant Messaging, Jejaring Sosial serta Email. Sehingga kombinasi tersebut makin memudahkan orang yang mobilitasnya sangat tinggi. Belum lagi dengan fitur-fitur hiburan yang ada seperti bisa menjadi pemutar mp3, video ataupun FM radio. Bisa dibilang, sambil bekerja sambil menikmati hiburan, mungkin itulah sudut pandang para pembuat mobile device saat ini.

Ya, memang setiap brand menawarkan fitur dan keuntungan yang berbeda-beda, namun mana yang cocok dengan kebutuhan anda, tentunya anda sendiri yang tahu. Jangan termakan oleh trend, tapi lihat apakah komposisi fitur yang ditawarkan benar-benar anda butuhkan atau anda membeli hanya untuk dilihat orang “agar tidak ketinggalan jaman dan mode?”….It’s up to you :).

Salam,

Raymond Engelbert

Upgrade Exchange 2007 ke SP2

Sebelumnya saya pernah menulis sedikit informasi tentang Exchange 2007 SP2 (Exchange 2007 Service Pack 2). Nah, sekarang saya akan post capture tentang proses upgrade ke Exchange 2007 SP2. Skenarionya yang di dukung dalam proses in place upgrade ini adalah:

– Fresh Install Exchange 2007 SP2

– Upgrade langsung dari Exchange 2007 (non SP1) ke Exchange 2007 SP2

– Upgrade langsung dari Exchange 2007 SP1 ke Exchange 2007 SP2

Kebetulan server yang saya pakai untuk eksperimen sudah ada Exchange 2007 SP1, namun kondisi lainnya saya tidak tahu. Dalam hal ini, kondisi lain itu adalah pra syarat supaya Exchange 2007 bisa diupgrade ke SP2 dengan lancar. Jadi, sebelum melakukan upgrade, saya harus cek terlebih dahulu pra syaratnya.

Seperti yang kita tahu, setiap upgrade Exchange, maka ada perubahan yang dilakukan terhadap schema dari Active Directory. Maka dari itu, pastikan bahwa kondisi Active Directory anda tidak sedang bermasalah karena Exchange akan melakukan extend schema ke Active Directory, apalagi di Exchange 2007 SP2 akan disertakan schema Exchange 2010 sebagai persiapan jika anda ingin melakukan migrasi ke Exchange 2010.

Hal berikut yang harus diperhatikan adalah, pastikan uninstall semua interim updates yang ada. Interim updates adalah update atau patch yang sifatnya khusus (tidak dirilis ke publik) dan dibuat hanya untuk beberapa case khusus. Nah, dari 2 pra syarat utama, ternyata server yang akan saya coba upgrade memenuhi 2 kondisi tersebut. Jadi, langkah berikutnya saya menjalankan proses upgrade ini (file Exchange 2007 SP2 telah saya unduh sebelumnya). Setelah dijalankan, kita akan dihadapkan pada wizard layaknya kita ingin menginstall Exchange 2007 ataupun ketika ingin melakukan in place upgrade dari Exchange 2007 ke Exchange 2007 SP1:

Setelah itu, Exchange setup wizard akan melakukan pre-requisites check. Sama seperti wizard sebelumnya, Exchange akan menghentikan proses jika ada syarat yang belum terpenuhi:

Dan kita baru bisa melanjutkan proses upgrade setelah semua syarat terpenuhi:

Setelah selesai, saya lakukan test terhadap operasional Exchange 2007 pada umumnya dan juga integrasi dengan beberapa aplikasi 3rd party yang digunakan. Semua berjalan lancar.

Salam,

Raymond Engelbert

OCS Front End Service Down [Error 0xC3E93C23]

Bagi anda para pengguna LCS maupun OCS (Office Communication Server), jika server anda melakukan update terhadap KB974571, maka bisa dipastikan anda akan mengalami problem ini.

Problem ini sendiri telah di publish oleh OCS Product Team di blog nya http://communicationsserverteam.com/archive/2009/10/14/632.aspx, namun pada blog saya ini, saya akan coba menjabarkan kronologisnya.

Seperti yang telah disebutkan pada link tersebut, sebuah security update yang mengacu ke KB974571 yang merupakan tambalan terhadap celah keamanan MS09-056: Vulnerabilities in CryptoAPI could allow spoofing. Namun pada implementasinya terdapat Known Issue yang penjabarannya bisa dilihat disini http://support.microsoft.com/kb/974571. Nah, sebelum masuk ke kesimpulan, berikut contoh kronologis yang saya lihat sendiri.

Gejala pertama yang dirasakan sudah pasti bahwa user akan bilang bahwa Communicator mereka tidak bisa login. Jika kita melakukan inspeksi ke server OCS tersebut, akan didapatkan bahwa OCS Front End Service berada dalam kondisi down, dan jika kita mencoba untuk menjalankan service tersebut, akan muncul error:

Jika kita mencurigai bahwa service admin yang digunakan yang bermasalah, maka salah besar karena service admin yang sama yang digunakan oleh service lainnya bisa berjalan sempurna. Sekali lagi, hanya OCS Front End service yang bermasalah.

Hal kedua, jika kita perhatikan di Event Viewer, akan terdapat suatu clue yaitu Error code 0xC3E93C23:

Nah, karena penyebabnya adalah patch KB974571 tersebut, maka pastikan bahwa memang benar di server OCS tersebut terinstall security update tersebut:

Jika benar, maka uninstall security update tersebut lalu server akan meminta restart. Setelah selesai restart, perhatikan bahwa OCS Front End Service bisa berjalan normal kembali dan anda bisa login ke OCS.

Beberapa hal penting yang perlu diketahui:

1. Solusi ini sifatnya sementara sampai ada pengumuman resmi dari Microsoft mengenai solusi permanen nya, karena kasus ini sedang ditangani oleh tim Microsoft.

2. Impact dari KB974571 hanya terbatas pada kondisi dimana server anda terinstall OCS dan juga pada client yang terinstall Communicator. Khusus untuk Communicator, yang terkena impact hanya communicator versi trial/evaluasi.

Salam,

Raymond Engelbert

Virtual Machine di Hyper-V Nyangkut?

Bagi anda yang pernah mengalami kondisi ini, kira-kira gambarannya adalah seperti di gambar berikut:

Nah, baik menggunakan Hyper-V pada Windows Server 2008 maupun Windows Server 2008 R2, tentunya kondisi menyebabkan anda bingung. Yeap, ada beberapa virtual machine yang kondisinya nyangkut alias sudah nyala, tapi tidak hidup-hidup.

Beberapa hal yang pertama sering dicoba untuk melakukan solve terhadap kasus ini adalah dengan melakukan restart, baik restart services maupun restart server secara keseluruhan. Namun, bagaimana jika hasilnya nihil? Dan di Event Viewer pun tidak nampak ada clue yang bisa membantu.

Trik sederhana. Coba cek Task Manager anda. Lihat pada Performance, ternyata aman-aman saja:

Harapan terakhir ada pada tab Process. Jika diperhatikan dengan seksama, setiap virtual machine yang berada dalam kondisi menyala (baik normal maupun tidak normal), akan mempunyai sebuah proses yang dinamakan vmwp.exe yaitu proses Virtual Machine Worker Process:

Kalau diperhatikan lebih jeli lagi, proses yang sama mempunyai konsumsi memori yang berbeda. Pada gambar terdapat dua kondisi berbeda yaitu sebuah proses yang memakan memori sebesar kira-kira 10000 K dan 4000 K. Nah, jika kita lakukan komparasi berapa banyak jumlah proses dengan konsumsi memori tertentu dengan jumlah virtual machine yang sudah running ataupun yang sedang stuck, maka didapatkan sesuatu, yaitu virtual machine yang sedang stuck mempunyai konsumsi memori yang lebih kecil daripada virtual machine yang sedang berjalan dalam kondisi normal.

Cara mengatasinya, cukup kill proses dari virtual machine yang nyangkut tersebut, lalu lihat pada Hyper-V manager anda, semua virtual machine akan berada dalam kondisi running:

 

Dan jika kita perhatikan kembali konsumsi memori pada setiap proses, ukurannya sama:

NB: Konsumsi memori tiap virtual machine tidak selalu 10000 K, tapi bisa berbeda tergantung kebutuhan dan konfigurasi virtual machine.

Salam,

Raymond Engelbert

Exchange 2010 Unified Messaging

Unified Messaging menjadi sebuah fitur yang benar-benar baru ketika Exchange 2007 rilis pertama kalinya, dimana pada saat itu mayoritas pengguna Exchange 2003 belum banyak menggunakan fitur integrated voice mail yang ada pada layanan pihak ketiga.

Pada awal gebrakannya, fitur Unified Messaging benar-benar menunjukkan bahwa voice email yang terintegrasi bisa menjadi satu alternatif dalam mendukung konsep Anywhere Access selain menggunakan web, aplikasi ataupun mobile device. Mungkin tidak pernah terbayangkan jika kita menggunakan telepon umum untuk mengecek email kita. Aneh, tapi bisa dilakukan. Fitur tersebut dinamakan Outlook Voice Access yang disediakan oleh role Unified Messaging, dimana kita bisa melakukan aktivitas email melalui suara/voice (kirim, terima, hapus, hingga memanggil suatu kontak).

Lantas, jika sudah canggih, apalagi yang mau dikembangkan (terkait akan dirilisnya Exchange 2010)? Ini yang akan saya coba highlight.

Secara arsitektur, tidak ada perubahan yang berarti:

Protokol yang digunakan pun tetap sama yaitu SIP/RTP untuk komunikasi ke PBX, LDAP untuk lookup ke Active Directory dan MAPI/RPC untuk lookup ke mailbox.

Perubahan paling drastis adalah ditiadakannya fitur Inbound Fax. Mengapa? Pertama, memang karena dari hasil survey terhadap penggunaan fitur ini, tidak banyak digunakan. Kedua, fitur ini diserahkan penuh kepada pihak ketiga supaya bisa dikembangkan lebih lanjut.

Tambahan fitur lainnya adalah, dukungan Role Based Access Control (RBAC), dimana kita bisa mendelegasikan setting personal auto attendant ke user. Kemudian, Exchange 2010 UM juga sudah mendukung Message Waiting Indicator (MWI):

Ada juga tambahan beberapa bahasa untuk Speech Recognition (sayangnya bahasa Indonesia belum termasuk disini). Satu yang menarik perihal penambahan bahasa untuk Speech Recognition terutama untuk bahasa Inggris. Bila sebelumnya hanya ada bahasa Inggris-Amerika, maka di Exchange 2010 UM, ada kategori Inggris-UK, Inggris-Australia, Inggris-Kanada dan Inggris-India. Hal ini menguntungkan karena aksen serta struktur bahasa Inggris belum tentu semua mengacu ke British.

Codec yang didukung pada Exchange 2010 UM bukan lagi berupa .wma file namun sudah lebih umum yaitu .mp3 file. Perubahan codec ini dimaksudkan supaya user yang menggunakan non-Windows serta non-Windows Mobile device tetap bisa mengakses Voice Email nya.

Terakhir, terhadap Voice Email itu sendiri. Ada 2 hal yang baru disini yaitu Voice Email Preview dan Protected Voice Email. Voice Email Preview adalah fitur speech to text yang hasilnya adalah berupa penerjemahan dari suara ke teks dan akan ditampilkan ke Text Preview dari inbox. Syarat dari fitur ini tentunya adalah speech harus sesuai dengan language pack yang digunakan.

Sementara Protected Voice Email adalah melakukan enkripsi terhadap Voice Email itu sendiri yang menggunakan layanan fitur dari Rights Management Services. Jadi jika selama ini kita menggunakan RMS untuk melakukan enkripsi terhadap email dan dokumen, maka sekarang Voice Email pun bisa menggunakan proteksi RMS. Tentunya fitur ini didukung dengan syarat minimal menggunakan RMS dari Windows Server 2008.

Salam,

Raymond Engelbert

Exchange 2007 Service Pack 2

Akhir agustus kemarin, Service Pack 2 untuk Exchange Server 2007 telah dirilis.SP2 tersebut bisa diunduh di:

http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?FamilyID=4c4bd2a3-5e50-42b0-8bbb-2cc9afe3216a&displaylang=en

Service Pack merupakan kumpulan dari beberapa patch sebelumnya yang pernah dirilis (termasuk RollUp), namun khusus untuk Exchange Server 2007, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan instalasi untuk SP2 ini.

Pertama adalah Extend Schema dan Prepare Active Directory. Minimal Operating System adalah Windows Server 2003 SP2, Windows Server 2008 atau Windows Server 2008 SP2 (sesuai system requirements untuk Exchange 2007 semenjak SP1). Khusus untuk Operating System Windows Server 2003 SP2 dan Windows Server 2008, sebelumnya harus menginstall terlebih dahulu Windows Installer 4.5, yang bisa diunduh dari:

http://www.microsoft.com/downloads/details.aspx?displaylang=en&FamilyID=5a58b56f-60b6-4412-95b9-54d056d6f9f4

Kedua, yang wajib dilakukan adalah Uninstall terlebih dahulu Interim Updates. Interim Updates adalah patch ataupun hotfix yang sifatnya khusus, dalam artian hotfix tersebut dibuat untuk beberapa kasus tertentu yang sifatnya tidak umum. Mengapa hal ini harus dilakukan? Karena sifat dari Exchange 2007 SP2 yang umum, maka Interim Updates yang sifatnya tidak umum harus dibuang terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya crash ketika melakukan update.

Ketiga, jika anda mempunyai rencana untuk melakukan migrasi ke Exchange Server 2010, maka Exchange 2007 SP2 wajib untuk diinstall. Hal ini merupakan pra syarat sebelum melakukan migrasi dari Exchange 2007 SP2 ke Exchange Server 2010. Namun sekali lagi, lakukan update Exchange 2007 SP2 dengan benar.

Terakhir, beberapa referensi yang bisa dijadikan acuan sebelum melakukan update Exchange 2007 SP2:

http://msexchangeteam.com/archive/2009/08/28/452209.aspx

http://msexchangeteam.com/archive/2009/05/11/451281.aspx

Salam,

Raymond Engelbert

SEA MVPs Blog-A-Holic

Untuk rekan-rekan yang ingin mengetahui tentang aktivitas Microsoft MVP (Most Valuable Professional) di Asia Tenggara (termasuk Indonesia salah satunya), bisa stay tune di blog SEA MVPs Blog-A-Holic. Klik banner dibawah untuk menuju blog tersebut:

 

Di blog tersebut ada posting mengenai aktivitas para MVP se-asia tenggara, baik dari acara ataupun publikasi seperti e-book serta artikel. Selain itu, seluruh link ke blog para MVP tersebut juga ditampilkan disitu, sehingga bisa menjadi referensi jika ingin membaca blog para MVP di asia tenggara.

Salam,

Raymond Engelbert

Microsoft Future Vision

Masa depan? Biasanya dikaitkan dengan sesuatu yang sangat wah, yang sama sekali diluar perkiraan. Disitu pula segala macam teknologi yang kira-kira mencerminkan masa depan ditunjukkan, baik yang masuk akal hingga yang benar-benar tidak masuk akal. Namun bagaimana jika teknologi masa depan yang disorot adalah untuk beberapa macam industri serta produktivitas kita?

Ada beberapa link video yang menarik untuk dilihat dari Microsoft Showcase yang temanya mengenai visi masa depan dari Microsoft (klik link dibawah untuk menuju video):

Future Vision Montage

Productivity Future Vision

Health Future Vision

Manufacturing Future Vision

Retail Future Vision

Banking Future Vision

 

Detailnya juga bisa dilihat di portal Office Labs: http://www.officelabs.com/Pages/Envisioning.aspx

 

Salam,

Raymond Engelbert

SQL Server Untuk 1 PetaByte data?

Membicarakan TeraByte saja sudah lumayan wah, apalagi PetaByte. Jumlah data sebesar itu tentunya perlu diimbangi dengan sistem yang handal. Ketika saya sedang menjelajahi internet, saya menemukan satu hal yang membuat saya sedikit kaget.

SQL Server semenjak versi 2005 telah merambah lingkungan Enterprise, alias sudah sanggup untuk menangani pemrosesan data yang besar. Kalau kita lihat, rata-rata pemrosesan data di kisaran GigaByte sampai TeraByte sudah umum, namun jika pemrosesan data sampai satuan PetaByte tentunya menarik untuk ditelusuri. Memang, perusahaan berskala besar yang menyediakan layanan publik maupun layanan sosial secara gratis pastilah terbayang berapa banyak & seberapa handal database yang mereka punya untuk menjamin layanan tersebut tetap diminati oleh publik.

Satu studi kasus mengenai SQL Server 2005 di salah satu portal sosial yaitu MySpace yang mana menggunakan SQL Server Service Broker untuk menjamin integritas data sebesar 1 PetaByte yang disebar ke 440 Instances, menarik untuk dibaca.

Studi kasus tersebut bisa dibaca di website Microsoft Case Studies: http://www.microsoft.com/casestudies/Case_Study_Detail.aspx?casestudyid=4000004532. Semoga bisa menjadi referensi, bagaimana integritas data dilakukan di portal-portal sosial yang sudah terkenal. Saya yakin, tidak hanya MySpace saja yang mempunyai pemrosesan data sebesar itu, namun situs jejaring sosial lainnya yang populer tentunya mempunyai hal yang sama. Ini membuktikan bahwa teknologi Database yang ada sekarang sudah mampu menangani pemrosesan data yang sangat besar.

Salam,

Raymond Engelbert

02 September 2009, Gempa di sore hari

Ya, saya yakin rekan-rekan yang berada di daerah Jawa Barat dan sekitarnya  dan bahkan DKI Jakarta, pasti merasakan gempa yang terjadi sore ini. Gempa terjadi di kedalaman sekitar 60Km, 142 Km dari Tasikmalaya.

Berikut analisis gempa sore ini yang saya dapatkan melalui internet dan teman saya: 

Magnitude

 
 
 
 
 

 

7.4 (Preliminary magnitude — update expected within 15 minutes)

 
 
 
 
 

 

Date-Time

 
 
 
 
 

 

  • Wednesday, September 02, 2009 at 07:55:02 UTC����  
  • Wednesday, September 02, 2009 at 02:55:02 PM at epicenter����  

Location

 
 
 
 
 

 

8.223°S, 107.349°E

 
 
 
 
 

 

Depth

 
 
 
 
 

 

60 km (37.3 miles) set by location program

 
 
 
 
 

 

Region

 
 
 
 
 

 

JAVA, INDONESIA

 
 
 
 
 

 

Distances

 
 
 
 
 

 

  • 142 km (88 miles) SW (226°) from Tasikmalaya, Java, Indonesia����  
  • 144 km (89 miles) S (190°) from Bandung, Java, Indonesia����  
  • 156 km (97 miles) SSE (159°) from Sukabumi, Java, Indonesia����  
  • 242 km (150 miles) SSE (164°) from JAKARTA, Java, Indonesia����  

Location Uncertainty

 
 
 
 
 

 

Error estimate not available

 
 
 
 
 

 

Parameters

 
 
 
 
 

 

NST=011, Nph=011, Dmin=311.2 km, Rmss=0.78 sec, Gp= 94°,

M-type=”moment” magnitude from initial P wave (tsuboi method) (Mi/Mwp), Version=1

 
 
 
 
 

 

Source

 
 
 
 
 

 

Event ID

 
 
 
 
 

 

at00187810

 
 
 
 
 

 

 

Saya sendiri pada saat kejadian, sedang berada di meja kantor di lantai 19. Ketika terjadi gempa, saya dan rekan-rekan sudah menduga bahwa itu gempa, namun karena pengalaman gempa-gempa sebelumnya yang hanya terjadi sesaat, kita sempat diam sejenak. Namun, ketika guncangan semakin kencang (gedung rasanya seperti oleng ke kanan dan ke kiri), kami segera menuju tangga darurat untuk mengevakuasi diri (yang mana kebetulan dekat dengan meja kerja). Pengalaman pernah mengikuti latihan Firedrill, membuat kita tidak terlalu panik ketika gempa masih terjadi, bahkan penghuni kantor di lantai-lantai lain pun bersikap sewajarnya dalam mengevakuasi diri, sehingga kita semua selamat sampai di lantai dasar tanpa kekurangan satu apapun.

Lalu, kita mengikuti rombongan evakuasi dari kantor, untuk menuju suatu tempat, sehingga bisa memonitor karyawan yang lainnya. Kondisi pada saat itu, jalan raya sudah penuh dengan kendaraan yang menyebabkan macet berkepanjangan, serta dipenuhi oleh banyak orang yang sudah di evakuasi. Bisa dibilang, saya dan rekan-rekan berada di trotoar jalan kurang lebih selama 1 jam sebelum pihak gedung menyatakan bahwa para tenant sudah bisa kembali ke dalam gedung.

 

Ya, gempa bumi termasuk kejadian alam yang tidak bisa kita duga-duga sehingga kita bisa menyelamatkan diri sebelumnya. Oleh karena itu, jika ada kejadian seperti ini, hal yang perlu kita lakukan dalam menyelamatkan diri adalah ikuti prosedur keselamatan yang sudah ada, apabila ada yang mengarahkan maka ikuti arahan dengan tertib dan tidak panik. Kepanikan hanya akan menambah masalah, sehingga ada baiknya kita juga saling menenangkan satu sama lain. Kemudian jangan lupa juga berdoa mohon keselamatan dan jika terjadi sesuatu pada diri kita, maka pasrahkan kepada yang di-Atas, karena kuasa kita, tidak bisa mengalahkan kuasa alam.

Akibat yang ditimbulkan dari gempa tentunya banyak, baik kerusakan materiil maupun kerugian jiwa dan raga. Salah satu lorong di gedung tempat saya bekerja pun merasakan dahsyatnya kekuatan alam ini:

 

Salam,

Raymond Engelbert